Chandra MDE Reloaded

Ananda Achmad Mirzani Chandra

Posted in Me and Mokeez by Chandra MDE on January 13, 2011

Setelah Ananda Rafi Maulana Chandra dan Adinda Humaira Meika Chandra, di awal tahun 2011 ini bertambahlah kebahagiaan (dan amanah) kami dengan lahirnya putra ketiga kami: Ananda Achmad Mirzani Chandra. Seolah tak mau kalah dengan kedua kakaknya, Mirza terlahir dengan bobot 3,8 kg dan tinggi 53 cm. Rambutnya tebal-hitam, lurus seperti kakak laki-lakinya.

Sempat bingung juga menentukan nama untuk si bayi ini, akhirnya dipilihlah nama Ananda Achmad Mirzani Chandra. Ananda adalah anak kesayangan kami. Achmad Mirzani, semoga kelak menjadi orang yang baik dan terpuji. Chandra adalah stempel yang melekat juga di nama kakak-kakaknya :D .

Coba bandingkan dengan kedua kakaknya berikut ini, terutama dengan Meika yang rambutnya keriting… ah, betapa lucunya anak-anak kami… :D

Btw, setelah berumur beberapa hari, Mirza ‘berwarna’ kuning! Yup, anak kami terkena ‘bayi kuning’. Kadar bilirubin-nya cukup tinggi sehingga harus menjalani fototerapi untuk segera menurunkan kadar bilirubin tersebut.

Sebenarnya menurut data yang saya baca, ±70% bayi lahir mengalami kuning, dan biasanya akan menjadi normal dengan sendirinya setelah beberapa hari. Nah, kebetulan Si Mirza ini neteknya kurang ‘ganas’, gak seperti mas dan mbaknya yang kalau minum sedikit ‘ugal-ugalan’, hihihi… :D .

Belum lagi cuaca Januari yang cenderung berawan di pagi hari, belum lagi anginnya yang kuenceng. Walhasil, Mirza kekurangan jatah sinar matahari. Nah, berikut adalah foto Mirza sedang menjalani perawatan fototerapi. Hangin there, Boy:D

Last but not least, bersyukurlah atas pagi yang menjelang, bersyukurlah atas sinar mentari pagi yang hangat dan menyehatkan, dan bersyukurlah atas kesempatan yang masih diberikan.

Semoga Ananda Achmad Mirzani Chandra segera pulih dan menyemarakkan suasana rumah dan kampung kami, amiin…

:)

A Treasure Moment

Posted in Me and Meme, Me and Mokeez, Me and Myself by Chandra MDE on September 7, 2009

Nguuuiiiing… Suara sirine tanda pulang kerja telah berbunyi. Waktu menunjukkan pukul 16.00 tepat. Tumben? Biasanya orang personalia ngebelnya telat? Ah, mungkin karena sama-sama lagi puasa, jadinya pengen cepet-cepet pulang juga, hihihi…

meichanbathSebulan terakhir ini aku memang selalu ingin cepat pulang. Aku ingin segera sampai di rumah. Aku mau mandiin anakku, Meichan. :) Meichan sekarang umurnya sudah empat bulan. Jadi tulang dan ototnya sudah makin kuat. Kini aku berani mandiin anakku. Ini dia nih: A Treasure Moment!

Prosesnya (versi kami ini) sangat mudah dan sangat menyenangkan. Pertama-tama aku siapkan baskom berisi air hangat dan kain lap untuk menyeka. Trus aku siapkan perlak di atas kasur. Selanjutnya, aku ambil Meichan dan meletakkannya di atas perlak dalam posisi telentang. Biasanya doi mulai kiyayal-kiyayal kegirangan. Ngerti kalo mau dimandiin… :)

Setelah itu mulai deh aku lepas pakaiannya satu persatu sampai hanya dirty diaper aja yang tersisa. Langkah selanjutnya adalah berteriak memanggil Meme.

“Meeeee, udah…”, begitulah biasanya.

Meme pun langsung melakukan the hardest part of the process, hihihi… Sementara Meme menyelesaikan tugasnya, aku pun menyiapkan air hangat dalam bak mandi. Lima sampai sepuluh menit kemudian biasanya aku akan mendapat panggilan biasa (baca: mesra) dari Meme.

“Paaaaa, udah…”, begitulah biasanya.

Aku pun menerima tongkat estafet dari Meme dengan semangat. Kini giliranku membilas Meichan dalam bak mandi. Ini dia nih: A Treasure Moment!

Proses pembilasan ini tidak memakan waktu lama, sepuluh menit maksimum. Menit-menit inilah yang selamanya akan jadi kenangan indah bagi kami. Telentangkan Meichan di dalam bak mandi, trus bilas dengan penuh kelembutan. Gosok lipatan-lipatan dan pastikan semua sabun dan sampo telah habis terbilas.

Kecipak, kecipak, kecipak… Begitulah suara yang dihasilkan kaki anakku ketika memancal-mancal air sambil sesekali melakukan gerakan menjejak dinding bak sehingga menghasilkan sedikit gerakan meluncur yang mengundang tawa dan kekhawatiran secara bersamaan. :)

Proses selanjutnya adalah mengentas, mengeringkan dan mendandani. Untuk proses akhir ini kembali aku memberikan tongkat estafet kemesraan ke Meme.

Well, let’s create our own treasurable moment everyday. It’s free and can be created anytime, anywhere. All we need is love, the most important ingredient of our happy life.

Have a nice day… :)

By Holding My ARMs

Posted in Me and Mokeez by Chandra MDE on June 22, 2009

Seringkali aku bertanya pada diriku yang lain, Chandra MDE yang satunya lagi, apakah engkau seorang laki-laki, apakah engkau tangguh, apakah engkau seorang suami yang baik, apakah engkau seorang ayah yang baik, apakah engkau seorang anak yang berbakti kepada orang tua, apakah engkau seorang… ahh… atau bisa juga huf… seperti yang biasa dilakukan seorang teman, hehehe…

Mengapa ahh, mengapa huf? Karena, obviously, seringkali juga aku tidak puas dengan jawaban yang diberikan diriku yang lain itu, Chandra MDE yang satunya lagi. Tidak cukup kejadian untuk mendukung jawaban iya atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Tidak cukup catatan sejarah yang dapat dijadikan bukti akan kelelakian, ketangguhan, kebaikan, dan kehebatan seorang Chandra MDE. Hufagain.

Frustration? Good. Use frustation as a motivator. Frustration is an indication that you know you should be or could be… DOING MORE! So, DO MORE! Kalo ditambah TALK LESS didepannya maka jadi iklan produk isep-isep bernikotin, hihihi…

I may not be a good man
But by holding my ARMs, I’ll be the best

I may not be a strong man
But by holding my ARMs, I’ll be the strongest

I may not be a rich man
But by holding my ARMs, I’ll be the richest

I may not be a lucky man
By holding my ARMs, I’ll be the luckiest

My ARMs ain’t big, they are small
My ARMs ain’t strong, they are weak
My ARMs are cute
My ARMs are smooth

Ananda Rafi Maulana Chandra
Adinda HumaiRa Meika Chandra
My ARMs…
The strongest arms I ever need to lift-up the world…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.