A Treasure Moment
Nguuuiiiing… Suara sirine tanda pulang kerja telah berbunyi. Waktu menunjukkan pukul 16.00 tepat. Tumben? Biasanya orang personalia ngebelnya telat? Ah, mungkin karena sama-sama lagi puasa, jadinya pengen cepet-cepet pulang juga, hihihi…
Sebulan terakhir ini aku memang selalu ingin cepat pulang. Aku ingin segera sampai di rumah. Aku mau mandiin anakku, Meichan.
Meichan sekarang umurnya sudah empat bulan. Jadi tulang dan ototnya sudah makin kuat. Kini aku berani mandiin anakku. Ini dia nih: A Treasure Moment!
Prosesnya (versi kami ini) sangat mudah dan sangat menyenangkan. Pertama-tama aku siapkan baskom berisi air hangat dan kain lap untuk menyeka. Trus aku siapkan perlak di atas kasur. Selanjutnya, aku ambil Meichan dan meletakkannya di atas perlak dalam posisi telentang. Biasanya doi mulai kiyayal-kiyayal kegirangan. Ngerti kalo mau dimandiin…
Setelah itu mulai deh aku lepas pakaiannya satu persatu sampai hanya dirty diaper aja yang tersisa. Langkah selanjutnya adalah berteriak memanggil Meme.
“Meeeee, udah…”, begitulah biasanya.
Meme pun langsung melakukan the hardest part of the process, hihihi… Sementara Meme menyelesaikan tugasnya, aku pun menyiapkan air hangat dalam bak mandi. Lima sampai sepuluh menit kemudian biasanya aku akan mendapat panggilan biasa (baca: mesra) dari Meme.
“Paaaaa, udah…”, begitulah biasanya.
Aku pun menerima tongkat estafet dari Meme dengan semangat. Kini giliranku membilas Meichan dalam bak mandi. Ini dia nih: A Treasure Moment!
Proses pembilasan ini tidak memakan waktu lama, sepuluh menit maksimum. Menit-menit inilah yang selamanya akan jadi kenangan indah bagi kami. Telentangkan Meichan di dalam bak mandi, trus bilas dengan penuh kelembutan. Gosok lipatan-lipatan dan pastikan semua sabun dan sampo telah habis terbilas.
Kecipak, kecipak, kecipak… Begitulah suara yang dihasilkan kaki anakku ketika memancal-mancal air sambil sesekali melakukan gerakan menjejak dinding bak sehingga menghasilkan sedikit gerakan meluncur yang mengundang tawa dan kekhawatiran secara bersamaan.
Proses selanjutnya adalah mengentas, mengeringkan dan mendandani. Untuk proses akhir ini kembali aku memberikan tongkat estafet kemesraan ke Meme.
Well, let’s create our own treasurable moment everyday. It’s free and can be created anytime, anywhere. All we need is love, the most important ingredient of our happy life.
Have a nice day…
The North Star
“Terima kasih…”, ucapannya terasa sangat tulus terdengar di telingaku.
“Bukalah…”, pintaku menganjurkan.
Perlahan iapun membuka kotak perhiasan hijau lumut berbentuk bulat oval di tangannya. Tersirat getaran yang tak bisa kumaknai ketika ia melakukan itu. Tampak sedikit kaget ketika ia melihat isi kotak perhiasan tersebut. Sesaat kemudian senyum manisnya mengembang. Sambil menatapku, ia berkata lembut.
“Terima kasih…”
Kembali ketulusan tanpa dibuat-buat itu mengalir dari telinga menghunjam ke dadaku.
Kuhampiri dia dan kuraih kalung perak dengan liontin berbentuk bintang dari dalam kotak. Sambil mengalungkan kalung ke lehernya, aku berkata dengan lembut di telinga kanannya.
“Ini Bintang Utara. Bintang yang sinarnya paling terang dilangit malam. Ia tak pernah bergeser tempat. Bintang yang jadi penunjuk arah bagi yang tersesat. Bintang pemandu.”
Aku kembali berdiri dihadapannya setelah selesai memasangkan kalung Bintang Utara tersebut. Kutatap matanya lekat-lekat dan kuraih kedua tangannya.
“Bersediakah kau jadi pemandu bagiku dan bagi anak-anak kita kelak?”
Keheningan yang hanya sesaat kurasakan panjang tak berkesudahan. Tanpa mengedipkan mata, ia menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Setetes luh meleleh dari mata kirinya.
“Terima kasih…”
Hanya itu kalimat yang terucap dari mulutku. Setelah itu hening. Tak ada kata-kata yang terucap, karena saat itu kata-kata tak lebih bermakna daripada diam.
Malam itu langit cerah. Bintang Utara memancarkan sinarnya megah. Malam itu aku mendapatkan pemandu. Bintang Utara yang akan menemani setiap langkah dan hariku. Terima kasih, Tuhan…
That’s When
When her face is the only thing you wanna see
When her voice is the only sound that makes you happy
That’s when you’re fallin’
That’s when you’re fallin’ for her
When her smile can really bright your day
When her laughter can throw your fear away
That’s when you’re fallin’
That’s when you’re fallin’ for her
When, I was ready to take all the risks
when I made that phone call
When, I was ready to break all the chains that
keep us in shame when I hear you called my name
When, I no longer can let this feeling left unspoken
I like you, I’m crazy about you, and I wanna be with you
When, words won’t do any good to explain how I feel for you
So, I just want you to know that…
When the seeds (of hope) start to grow, and
When the winds (of change) start to blow
That’s when I’m fallin’
That’s when I’m fallin’ for you
Luv U, Meme…
12 comments